Rabu, 04 September 2013

Cat Tembok DECOLINE, kini hadir dengan nuansa warna yang lebih beragam

Cat Tembok DECOLINE, kini hadir dengan nuansa warna yang lebih beragam Mari hadirkan warna warna DECOLINE pada dinding rumah atau tempat usaha anda
lihat Picture di bawah ini


decoline
decoline
decoline

Baca Selengkapnya......

Rabu, 28 Agustus 2013

Sepuluh Hal yang Dikatakan Bos Jahat

Kata-kata yang terucap dari mulut manajer menjadi beban bagi orang-orang yang dipimpinnya, dan kata-kata yang salah bisa menghancurkan moral dan motivasi karyawan.
Berikut adalah 10 frasa paling umum yang sering Anda dengar dari manajer yang buruk — dan mengapa semuanya keliru.


  1. “Sudah bagus Anda bisa mendapatkan pekerjaan ini.”
    Ini adalah kata-kata yang paling sering diucapkan manajer buruk yang benar-benar jahat: “Anda seharusnya bersyukur masih punya pekerjaan di tengah sulitnya lapangan pekerjaan saat ini. Karena itu, Anda tidak boleh mengeluh dengan kondisi kerja, betapa pun buruknya.”xxxx Biasanya manajer yang berbicara seperti ini tidak tahu bagaimana menangani masalah atau umpan balik staf yang membangun. Jika manajer Anda mengatakan kalimat semacam itu, anggaplah bahwa Anda sedang berhadapan dengan orang yang tidak kompeten.
  2. “Cari tahu saja sendiri.”
    Tentu saja, ada saat-saat ketika para karyawan harus mampu menemukan solusi sendiri, namun secara umum, manajer yang mengatakan hal seperti itu melepaskan tanggung jawab mereka untuk membimbing dan melatih. Bahkan jika itu adalah pertanyaan sepele yang seharusnya bisa dipecahkan sendiri oleh karyawan pada umumnya, manajer yang baik akan mengatakannya dengan lebih jelas, “Ini adalah sesuatu yang saya harapkan bisa Anda tangani sendiri, gunakan sumber daya X, Y, dan Z.” “Cari tahu saja sendiri” adalah kata-kata yang malas dan tidak baik.
  3. “Ada yang bilang pada saya.”
    Manajer yang baik akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengutip laporan anonim ketika berbicara kepada karyawannya. Terkadang beberapa manajer harus memecahkan masalah yang dilaporkan kepadanya dengan percaya diri, namun ketika hal itu terjadi, manajer yang cakap tidak akan berfokus pada sang pelapor anonim, melainkan pada perilaku bermasalah yang harus diselesaikan.
  4. “Saya tidak memiliki waktu untuk mengevaluasi kinerja Anda, namun pekerjaanmu cukup bagus.”
    Bagian dari manajemen yang baik adalah memberikan umpan balik yang menyeluruh. Tidak harus melewati evaluasi kinerja formal, namun “pekerjaanmu cukup bagus” tidak akan memperbaiki kinerja karyawan. Karyawan berhak mengetahui apa saja yang mereka lakukan dengan baik, bagaimana mereka bisa bekerja dengan lebih baik, dan di mana mereka harus menempatkan fokus pengembangannya.
  5. “Itu ide yang buruk.”
    Harus kita akui, tidak semua ide adalah ide yang terbaik. Namun para manajer yang cakap tahu bahwa Anda tidak akan mendengar ide yang hebat jika para staf takut dihina dan dijatuhkan ketika melontarkan ide. Ide-ide yang hebat bersumber dari lingkungan yang aman untuk melontarkan ide, entah itu baik maupun buruk.
  6. “Pakaian tersebut benar-benar menonjolkan bentuk tubuhmu.”
    Mengomentari penampilan fisik karyawan — khususnya tubuh mereka — adalah cara terbaik untuk membuat orang-orang tidak nyaman (hanya ada sedikit orang yang ingin bahwa bos mereka menilai daya tarik mereka), serta mengundang keluhan pelecehan nantinya.
  7. “Anda tidak perlu tahu ini untuk apa, lakukan saja apa yang saya perintahkan.”
    Tentu saja, lebih cepat melontarkan perintah tanpa memberikan konteks atau alasan apa pun. Tapi itu akan membuat Anda memiliki staf atau karyawan yang tidak pernah berpikir tentang apa yang dibutuhkan dan tidak merasa terlibat dalam pekerjaan mereka — dan orang-orang terbaik akan pindah ke sebuah perusahaan tempat mereka diperbolehkan untuk merasa memiliki pekerjaan mereka.
  8. “Apa yang salah dengan Anda?”
    Umpan balik tidak seharusnya bersifat pribadi. Para manajer yang baik tetap berfokus pada tingkah laku yang harus diubah, misalnya keterampilan menulis, memperhatikan setiap detail, penilaian, dan sebagainya. Mereka tidak membuatnya menjadi urusan pribadi dan menyerang intelijen atau nilai seseorang. 
  9. “Tugas Anda mematuhi apa yang saya katakan.”
    Tentu saja pernyataan itu benar; Anda harus mengerjakan apa yang diperintahkan manajer. Namun biasanya, manajer yang buruk mengatakan hal itu ketika seorang karyawan menolak melakukan pekerjaan di luar pekerjaan rutin mereka. Sebaliknya, manajer yang baik akan menjelaskan keadaanya terlebih dahulu jika sebuah pekerjaan perlu diubah atau diperluas, bukannya mengatakan “Saya mengendalikan apa yang Anda lakukan.”
  10. “Anda lebih andal melakukan pekerjaan ini dibandingkan Bob.”
    Menjatuhkan anggota staf lainnya, bahkan ketika itu seharusnya menjadi pujian bagi orang lain, mengisyaratkan kepada karyawan yang “dipuji” bahwa mungkin dialah yang akan Anda jatuhkan suatu hari nanti. Para karyawan ingin percaya manajer mereka untuk memberikan umpan balik secara pribadi, tidak melontarkan komentar tak menyenangkan tentang mereka kepada rekan kerja.
Alison Green menulis blog Ask a Manager yang populer, di sanalah ia memberikan komendasi tentang karir, mencari pekerjaan, dan masalah-masalah manajemen.
Ia juga merupakan salah satu penulis "Managing to Change the World: The Nonprofit Manager's Guide to Getting Results", dan mantan kepala staf dari organisasi nirlaba yang sukses, di sana ia menangani manajemen staf, perekrutan, pemecatan, dan pengembangan karyawan.

sumber by yahoo

Baca Selengkapnya......

Kamis, 25 Juli 2013

SALES FUNDAMENTAL ENERGIZER

Kali ini saya coba sharing bagaimana menganalisa Sales Fundamental secara sederhana dan cepat.

Sebelum menganalisa, perlu diketahui dulu beberapa point dalam Sales Fundamental (di setiap perusahaan beda istilah saja )

  1. Call : diartikan kunjungan outlet/toko. Artinya adalah jumlah kunjungan team penjualan/ team sales terhadap outlet/toko. Misal : dalam 1 hari Salesman mengunjungi 40 toko untuk menawarkan produk.
  2. EC : (Effective Call) diartikan kunjungan outlet/toko yang menghasilkan traksaksi penjualan atau si toko beli barang dari team sales. Misal : dari 40 toko yang dikunjungi Salesman dalam 1 hari, 35 toko membeli barang dari kita dan 5 toko lagi tidak beli. Jadi EC nya adalah 35.
  3. EA : (Effective Account) diartikan jumlah outlet/toko yang menghasilkan transaksi dalam satu bulan. Misal : Salesman punya 400 daftar outlet/toko yg harus dikunjungi dalam satu bulan, berapa kali pun transaksi dihitung 1 setiap outletnya. Outlet/toko A dikunjungi 4 x dalam satu bulan, setiap dikunjungi selalu melakukan transaksi, maka salesman tersebut dalam satu bulan terhadap outlet A adalah dapat EC = 4, EA = 1
  4. Volume : diartikan jumlah rupiah hasil transaksi dengan outlet/toko. Misal : Salesman mengunjungi 40 outlet/toko di hari Senin, 35 melakukan transaksi dengan total hasil penjualan adalah Rp. 12.500.000,-. Berarti volumenya di hari Senin tersebut adalah Rp. 12.500.000,-
Oke sekarang kita akan menganalisa bagaimana mengetahui penyebab point-pont Sales Fundamental diatas tidak bisa tercapai :

Penjelasan Problem :
  1. Personil : masalahnya terletak pada personil salesnya
  2. BD Target : masalahnya terletak pada Break Down Target yg kurang tepat, atau bahasa sederhananya membuat target salesnya kurang tepat
  3. RPS : masalahnya terletak pada Retail Performance Standard, atau bahasa sederhananya salesman hanya menjual item itu-itu saja padahal item lainnya banyak. Cuma tidak ditawarkan.
  4. TTM : masalahnya terletak di Teritorial Management, atau bahasa sederhananya pengaturan area atau pemetaan area penjualannya kurang tepat
  5. Call Plan : masalahnya terletak di rencana kunjungan, atau bahasa sederhananya salesman tidak merencanakan kunjungan ke outlet dengan tepat.
  6. Matrix : masalahnya adalah terletak di pengaturan kunjungan setiap harinya, atau bahasa sederhananya mengatur jumlah outlet potensi dan letaknya kurang tepat
  7. Saya : masalahnya terletak di Anda (pimpinan team sales) yang mengatur segala proses penjualan.

Dengan mengetahui titik permasalahan sales, semoga mendapatkan solusi yang jitu.

Semoga Bermanfaat
sumber by King Hairunsyah and Google

Baca Selengkapnya......

Tips Cara Menjual Dengan Komunikasi Yang Efektif


Seringkali kita mengalami kebimbangan atau bahkan kebingungan saat dihadapkan pada sebuah tugas untuk “menjual” sesuatu. Kegiatan menjual memang menjadi momok bagi sebagian orang, terutama yang belum pernah atau tidak tertarik dengan salah satu kegiatan ekonomi ini, terlebih apabila kita memang tidak familiar dengan kegiatan perdagangan. Dalam dunia kerja yang melakukan kegiatan perusahaan berdasarkan marketing, maka sangat mutlak bagi karyawannya untuk memiliki kemampuan menjual tersebut. Seperti perusahaan-perusahaan asuransi, distributor, agensi, baik barang dan jasa, mensyaratkan kemampuan menjual untuk dapat bekerja di perusahaan tersebut. Namun sesulit itukah bayangan kita apabila dihadapkan pada tugas untuk “selling”. Ya gampang-gampang sulit. 
Ada beberapa kiat untuk meningkatkan kemampuan kita dalam menjual. Apa itu? 

  1. Yang pertama adalah pahami karakteristik pembeli. Langkah pertama ini digunakan untuk menganalisa kecenderungan pembeli pada produk barang atau jasa yang kita tawarkan. Konsumen adalah penentu apakah barang kita disukai atau tidak. Tidak lucu jadinya apabila produk yang kita tawarkan tidak sesuai dengan karakteristik konsumennya. Misalnya, menawarkan permen lolypop pada orang dewasa tentu tidak akan secocok apabila ditawarkan pada konsumen anak-anak. Setelah kita mengetahui karakteristik konsumen, 
  2. Langkah kedua adalah memberikan penawaran pada konsumen. Penawaran pada konsumen tidak lantas hanya memberi kalimat penawaran biasa, seperti “Silakan, anda mau produk ini?”, bukan kalimat seperti itu yang dapat mempengaruhi orang untuk membeli. Lantas bagaimana? 
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita menawarkan sebuah produk. 
  • Masukkan informasi ganda, antara sisi kekuatan dan kelemahan produk dari pesaing. Dengan catatan bahwa konsumen kita mengetahui informasi produk dari pesaing kita. Jadikan kelemahan produk kita sebagai kekuatan dan lemahkan kekuatan produk pesaing. Misal, ketika kita berjualan es krim, kekuatan produk kita pada bahan organik yang dipakai, sedangkan kekuatan produk pesaing dari harga yang lebih murah, kita dapat membuka kalimat penawaran dengan “Anda tahu bahwa kami menggunakan bahan organik, jadi es krimnya lebih sehat, saya tahu bahwa produk yang lain lebih murah tetapi apakah menjamin kualitasnya?” Ingat bahwa kita harus memastikan bahwa konsumen juga mengetahui informasi produk dari pesaing, apabila tidak, maka secara tidak langsung kita justru memasukkan informasi pesaing kita yang dapat mempengaruhi pemikiran konsumen. “Mengapa saya harus beli disini, disana lebih murah kok”, seperti itu misalnya yang akan terjadi bila kita teledor.
  • Masukkan informasi satu arah, tunjukkan kelebihan produk kita saja. Dalam hal ini kita harus pastikan bahwa konsumen tidak mempunyai informasi dari produk pesaing, sehingga kita hanya menawarkan kelebihan produk kita.
  • Tampilkan alasan yang masuk akal dan berkaitan dengan fungsi dari produk yang kita tawarkan. Ada dua cara penyampaian alasan kelebihan dari produk kita, yang pertama sampaikan kalimat perintah dahulu baru setelah itu alasannya, atau yang kedua alasannya dahulu baru kalimat permintaannya. Misal, “Anda harus membeli es krim saya ini…” alasan: “karena es krim ini dari bahan organik yang menyehatkan dan tidak membuat anda sakit tenggorokan.” Atau bisa dibalik seperti ini, ” Es krim ini terbuat dari bahan organik, menyehatkan, dan tanpa bahan pengawet, tidak akan membuat tenggorokan anda sakit..”, kalimat perintahnya, “Oleh karena itu anda harus membeli es krim ini.” 
  • Tunjukkan keuntungan selain manfaat yang diperoleh dari produk kita. “Es krim ini terbuat dari bahan organik, sehingga tanpa bahan pengawet dan menyehatkan” (manfaat); “Es krim ini tidak membuat sakit tenggorokan dan tidak membuat anda gemuk” (keuntungan). Kedua langkah diatas apabila berhasil dijalankan, jangan melupakan langkah ketiga yaitu pelayanan yang memuaskan. Ketika seseorang membeli sebuah produk maka kita wajib untuk memberi pelayanan purna jual, adakan garansi! Ini hal yang penting karena dengan garansi, kita dapat menjaga kepercayaan dari konsumen kita. Ingat, menjual adalah kegiatan yang penuh dengan nilai seni, jangan dianggap sebagai sebuah aktivitas yang kaku atau ala kadarnya saja. Tingkatkan kemampuan anda dalam menjual dan anda akan menerima manfaat yang besar, tidak hanya dalam dunia marketing saja tetapi dalam kehidupan anda sehari-hari, baik ketika menawarkan produk barang dan jasa, maupun saat menawarkan ide atau gagasan kita. 
Smoga bermanfaat 

Sumber by google

Baca Selengkapnya......

Rabu, 24 Juli 2013

Tips Agar Catridge Printer Awet dan Tahan Lama

Sebelum menuju ke Tips Agar Catridge Printer Awet dan Tahan Lama, kita akan belajar dulu tentang cara kerja dari head catridge. 

Head : berfungsi untuk mengatur keluarnya tinta.
Catrdige : berfungsi sebagai wadah tampungan tinta yg akan mengalir ke head.

Dalam hal ini, printer Canon dan HP sering mengabungkan keduanya yaitu head dan catridge menjadi 1 bagian. Sedangkan Epson sering memisahkan antara head dan Catridge.

Cara Kerja Head Catridge:

Ketika printer diperintah untuk ngeprint, maka akan diolah oleh board printer dan terakhir board printer akan mengirim perintah ke head untuk melakukan pencetakan. Head akan mengatur filamen pemanas yg ada di dalamnya untuk mengatur tinta mana yg harus dikeluarkan untuk sebuah gambar / tulisan.

Jadi cara kerjanya adalah dengan pemanasan tinta, sehingga tinta menjadi encer dan mudah untuk di semprotkan keluar lewat jalur lubang yg sangat kecil (nozzle). Pemanasan yg berlebihan akan membuat catrid cepat panas, maka dalam hal ini tinta printer itu bertindak sebagai pendingin juga.
Jadi Fungsi tinta ini juga sebagai oli kalau dikendaraan bermotor dan sangat penting sekali, maka jangan sampai catridge dibiarkan kosong terlalu lama.

Itulah kenapa catrdige warna Canon atau HP sering banget rusaknya, karena :

  1. Yg warna jarang digunakan, sehingga nozzle buntu karena tinta kering, dan akibatnya akan terjadi pemanasan berlebih akibat tidak ada pendingin yaitu tinta, karena tinta macet.
  2. Tinta warna habis dan tidak di isi, maka akan terjadi pemanasan berlebih pada head dan akibatnya chip di head akan terbakar.

Berikut adalah Tips Agar Catridge Printer Awet dan Tahan Lama 
  1. Jangan ngeprint dalam jumlah banyak secara langsung, tapi kasih istirahat tiap 10 lembar, kira2x 2-5 menit, apalagi kalau ngeprint kualitas foto, kasih istirahat lebih banyak.
  2. Jangan biarkan tinta habis terlalu lama, lebih bagus lagi sebelum habis diisi tinta dulu.
  3. Jangan mendiamkan printer (tidak dipakai ngeprint) lebih dari 5 -7 hari. Jadi tiap minggu minimal harus ngeprint sekali yg hitam dan warna (gunakan untuk ngeprint foto)
  4. Jangan sering gonta-ganti merk tinta, karen keenceran masing-masing merk tinta berbeda dan ini sangat berpengaruh pada head printer.
  5. Untuk printer Infus, pastikan tinta mengalir dengan lancar menuju ke catridge, jangan sampai tersumbat.
  6. Jangan isi tinta terlalu penuh karena akan menyebabkan tinta tidak keluar bahkan head akan bocor akibat tekanan yg terlalu berat dari tinta, jika hal ini terjadi maka sedot ulang tinta tersebut dengan refill kit yang ada.
Sumber by kaskus

Baca Selengkapnya......
 

Produk Skay

.